about my life

Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu,
bersiaplah tuk masa depan, selalu berikan yg terbaik untuk hari ini.
Selalu berpikir positif, jadikan kegagalan hari ini sebagai pengalaman hidup yg berharga tuk menjalani hari esok.


So buat temen-temen mari kita Bersahabat
follow me twitter @robin_ys
facebook http://www.facebook.com/robin.ys

Senin, 28 Januari 2013

Banyak orang yang tidak mengenal jati diri sendiri, sehingga membuat mereka sulit untuk menentukan hal-hal apa saja yang patut dan tidak patut untuk dilakukan oleh mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Alasan inilah yang membuat kita perlu mengetahui bagaimana cara menemukan jati diri sendiri, sehingga kita tidak mudah untuk terpengaruh dengan orang lain disekitar kita.
28-01-2013 pukul 23.01,entah kenapa dalam otak saya terbesit konsep diri yang mungkin bisa dikatakan salah. seorang lelaki yang hidupnya terlihat tanpa beban,tanpa masalah,akan tetapi yang ada didalamnya seperti inilah,cukup hanya saya yang tahu. hidup dalam kecukupan membuat saya menjadi seseorang yang cukup manja,mementingkan kehendak,tidak mau dipaksa,dan yang paling menonjol "egois". tapi biarlah setidaknya sekarang ini sifat-sifat ini bisa saya "redam" dengan bertambahnya umur saya,dan pengalaman hidup saya. selain itu dengan bertemu dengan banyak orang,saya menjadi mengerti bagaimana mengahdapi karakter orang-orang di sekiling saya.
menurut saya biarlah orang lain menilai saya seorang yang lemah,tapi jangan salahkan saya jika saya menikam anda begitu kejam...politik orang yang akan menang bukan seberapa kuatnya mereka,tetapi seberapa cepatkah mereka mengambil peluang yang ada,dengan dibumbui keberuntunganya
"ingatlah saja,saya tidak semanis yang anda pikirkan" memang terlihat kejam,tapi beginilah adanya. setidaknya saya mau jujur,biarlah orang-orang menilai seperti apa,pasti mereka yang sering bertemu saya akan mengerti seperti apa saya. toh ini menurut saya kan,bukan menurut orang-orang disekiling saya... (menurut anda bagaimana? )
Sebagian orang berpendapat bahwa arti jati diri adalah suatu ideologi hidup seseorang. Jati diri sendiri merupakan bagian dari sifat seseorang yang muncul dengan sendirinya mulai dari kecil, kemudian sifat bawaan kadang juga terpengaruh dengan faktor lingkungan tempat seseorang hidup dan dibesarkan.
Diri adalah Anda dengan segala keunikan dan potensi yang Anda miliki. Menjadi diri sendiri adalah Anda tetap dalam keunikan Anda tanpa harus mengikuti siapapun. Selain itu juga menjadi diri sendiri adalah bagaimana mengoptimalkan potensi diri sendiri. Potensi yang bisa digunakan untuk meraih kesuksesan sesuai dengan keunikannya masing-masing. Saat Anda merasa keunikan dan potensi Anda belum dikeluarkan secara optimal, Anda mungkin belum menjadi diri sendiri.
malam ini timbul pertanyaan dalam benak saya,
1. benarkah jati diri itu dicari atau ditemukan?
2. apakah saya telah kehilangan jati diri saya
bisakah temen-temen menjawab ini..?? tanyakan pada hati kecil kita masing-masing
menurut saya seseorang dapat dikatakan mengetahui jati dirinya jika seseorang itu yang telah dapat memahami dan mengetahui akan kemampuan dan kekuatan pada dirinya yang didasari dengan iman dan taqwa pada allah SWT, maka saat itulah seseorang sudah dapat dikatakan menemukan jati dirinya sendiri.
saya hanya menyarankan pada temen-teman yang punya sifat seperti saya "kita tetap pada kedirian dan prinsip, namun jangan melupakan keterbukaan. Jangan melupakan bahwa kita adalah makhluk sosial yang berteman dengan segala macam perbedaan" dan "Tetap menjadi diri Anda sendiri dalam dunia yang tak henti berusaha untuk membuat Anda berubah, ini adalah prestasi terbesar diri Anda"
ingatlah teman..ini hidup kita, janganlah kita terbelenggu dalam kehidupan kita sendiri,saya mempunya prinsip "apa yang anda berikan pada orang lain,itulah yang kan kita terima sebagai balasanya" hidup ini tidak gratis untuk menjadi manusia. buat para teman-teman saya... Jujur, sebenarnya sangat menyiksa menjadi ” orang lain ”, dan bukannya diri kita sendiri. Kadang kita harus berlaku ” keras ” terhadap diri ini agar dapat menjadi orang lain. Untung -untung, tidak terjadi “ kepribadian ganda “. Let’s stop this ! No more “ Great Pretender “.Berusaha menjadi seorang yang lain, hanya membuat kita, tidak menjadi yang terbaik dari versi ” diri sendiri ”. Percayalah, The Best of Ourselves is always good enough for this life !!! Kalau bisa menjadi versi yang terbaik dari diri sendiri, mengapa harus menjadi versi yang ke – dua dari orang lain ??? renungkan ini dan tanyakan pada hati kecil kita masing-masing
thanks to
http://pengharapan.com,http://www.republika.co.id

Tidak ada komentar: